Setiap orang, dari utara, selatan, barat atau timur pasti punya bahasa untuk berkomunikasi. Bahasa adalah satu-satunya alal komunikasi yang tidak memerlukan biaya percakapan. Hebat khan Allah kita... Bayangin aja kalau setiap manusia di muka bumi ini dituntut untuk mambayar ganti rugi atau air time charge untuk setiap percakapan yang dilakukan. Maka jadilah setiap orang dimuka bumi akan berusaha mencari jalan keluar agar terhindar bencana membayar biaya tersebut. Tetapi untunglah Allah tidak berlaku demikian. Ia menciptakan manusia dengan kebaradaan yang perfect banget alias sempurna. Allah menjadikan manusia gak ada yang sama sekalipun mereka kembar siam..
Percaya gak, kalau kita unik di hadapan Tuhan?? Mau tau alasannya? Mari kita tanyakan ke Galileo, eh salah, tanya ama Big Daddy-Allah donk... ^_^ Waktu menciptakan manusia, Ia menghadap ke cermin dan berkata "aku kenal kamu" yang artinya gambaran rupa Allah sama dengan apa yang telah Ia ciptakan, yakni kita semua. Mulai dari cara berpikir, bergerak, dan berbicara yang kesemuanya Allah taruh pada tempatnya sehingga dikatakan kalau manusia itu diciptakan Allalh super special banget..
Membahas soal bahasa, tentunnya kita sudah tau banyak bahasa di dunia ini. Lazimnya kita selalu mendengar bahasa Inggris, Jerman, Prancis, dll. Tetapi ada juga bahasa yang berasal dari suatu daerah yakni bahasa daerah, contohnya Indonesia yang terdiri dari banyak propinsi punya banyak bahasa daerah.
Jadi, pernah tidak kamu ngumpul atau lihat di suatu perkumpulan yang lagi ngobrol pake bahasa yang menurut kamu asing dan sulit banget dimengerti? Itu adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu dalam satu kumpulan yang memahami arti dan pengucapannya. Model semacam itu lahir karena sering ngumpul bareng, main bareng, sekolah bareng, aktivitasnya bareng dan dilakuinnya bareng-bareng (pokoknya sering bareng) hingga ada ikatan antara satu dengan yang lain.
Ada bahasa yang disebut bahasa gaul. Misalnya aja kosakata berikut ini, akika, ember, endang, sindang, dsb. Ada juga bahasa yang muncul dalam satu kota yang rata-rata penduduknya memakainya sebagai alat komunitas. Misalkan saja bokin, borju, kemsut, bais, kemenong, pitak, dan seabrek-abrek lainnya yang masih bisa kita temui.
Namun, kita-kita harus ngerti dan paham betul apa artinya sebenarnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindarkan kita dari pengucapan yang gak baik. Sebab, tidak sedikit yang pengertiannya agak menyimpang atau tertuju pada hal-hal berbau porno, penghinaan, cacian, makian bahkan sampe kutukan. Sadiskan...??
Kadang kala, munculnya bahasa tersebut lebih banyak diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain :
- pengen bebas berexpresion (ekspresi.red)
- pengen lepas dari tuntutan baku tata bahasa
- pengen gaul. Artinya diterima dalam stu komunitas bahkan sampe di anggap contoh bagi kominitas laennya.
FAKTANYA.....
Terkadang, kita yang gak ngerti apa-apa jadi orang yang paling aktif banget ngucapin alias langganan dan paling getol untuk cuap-cuap. Kalo ngeliat, kaget atau ketemu temen yang udah lama gak jumpa, dari mulut kita biasanya keluar bahasa yang sedikit kurang baik. Sadar atau tidak sikap kita tersebut akan membawa satu perubahan dalam attitude kita walaupun perubahan tersebut tidak berpengaruh banyak tetapi dapat terulang kembali setiap kalio kita bertemu teman lama. Dan hal ini menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah.
Mengapa hal itu bisa jadi suatu kebiasaan.......???
Ada banyak faktor dan di antaranya adalah :
- ngumpul dengan komunitas bahasa yang sama
- akrab dengan seseorang yang sering banget ngucapin bahasa tersebut
- takut menjadi orang yang kolot atau kuno
- takut gak punya kawan n gak gaul
Bahasa gaul yang menjurus ke hal-hal negatif lahir karena keinginan untuk berontak, bebas, berkesan gak manja dan mudah untuk mengekspresikan gaya hidup masa kini. Fatalnya lagi, hal itu gak hanya jadi kebiasaan komunitas aja tetapi udah jadi kebiasaan public. Walaupun dalam pengucapannya terkesan ringan, iseng, dan akrab tetapi arti yang terkandung di dalamnya sungguh jelek banget (bener-bener jelek).
Firman Tuhan nilis gini tentang hal tersebut :
Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci
(1 Tim 6:20)
...dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu
(Kol 3:8)
Nah sobat, be careful (hati-hati.red) kalo ngeluarin kata-kata..!!!
"Lidah itu bentuknya kecil, tersembunyi,
dan kelihatan lemah...
tetapi dapat membakar isi dunia
bahkan lebih besar dari yang kita bayangkan..."
Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan
hidup dan atau merusaknya,
orang harus menanggung akibat ucapannya
(Ams 18:21)
TIPS......!!!!!!
Kita pasti sering mendengar bahasa atau kata-kata yang mengejek bahkan mencela seseorang. Dan biasanya kata-kata tersebut berasal dari komunitas satwa alias nama-nama binatang yang ada di bonbin (kebon binatang). Di beberapa daerah merupakan sesuatu yang wajar n hal yang biasa ketika mengadakan pertemuan yang diawali dengan makian lalu cercaan sampai kepada penyebutan satu per satu nama satwa. Walaupun demikian, hal tersebut tentulah kurang enak baik dari intonasi suara, maupun artinya yang jelas sangat bertentangan dengan firman Tuhan. Kalo gitu, gimana dong biar gue bisa gaul make bahasa n gak kolot banget???
Boleh aja!! Ada firman Tuhan yang bilang begini....
"Jika engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri,
jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah
orang yang menanggungnya"
(Ams 9:12)